Senin, 24 November 2008

Disaat...

Ini disaat aku menunduk
menatap basah tanah
melarut air mata dan dia..
Tanahku sajadahku

ini disaat angin menjadi jarum
menjahit lembut perih kulitku
menyulam perlahan dengan doaku
yang kuangkat saat semua terlelap
Hatiku bicara

Ini disaat teriakan terkeras sang pembisu
mencoba menepis acuh yang mengaduh
dan terdengar cuma-cuma
Sang pencipta aku Mengadu..

Ini disaat hebatku menjadi miskinku
Ini disaat tawaku menjadi lukaku
Ini disaat semua bahagia bercermin diatas lumpur-lumpur

Ini disaat lidah enggan bergerak
berucap namun minor
Bernyanyi tanpa nada-nada
Rasaku pisauku...

Ini disaat hati berpikir
dan fikir merasa
Peka doa dihati
lihat mimpi yang bergerak menderit

bismillah!

end of november 08

hebatnya saat terpejam aku bisa melihat.
Begitu kuatkah apa yang kurasa?
hingga kebisingan alam teredam dalam gelap

Mampukah aku menembus pilarnya?
Merubuhkan, menjatuhkan hingga berkeping?
Musnah musnah PUNAH!

Kedepan aku kan melangkah,
Meninggalkan jejak hitam di belakang!
Menepis yang coba halangi!

ku sudah tidak percaya,
percuma bermuka!
namun fikirmu buta aksara jiwa..